Setiap manusia memiliki 3 determinasi dan 4 anugerah (7 Habits Steven R covey), yang akan digunakannya dalam setiap pengambilan keputusan.

Determinasi 1 : Genetis (bakat atau bawaan dari orang tua/nenek moyang)
Determinasi 2 : Psikis (faktor pendewasaan mereka)
Determinasi 3 : Lingkungan (mempengaruhi 85 %)

Sedangkan 4 Anugerah yang dimiliki adalah :
1. Kesadaran diri
2. Imaginasi
3. Hati Nurani
4. Kehendak Bebas

Orang yang efektif dan efisien, adalah orang yang mampu mengambil keputusan sesuai dengan kondisi berdasarkan 4 Anugerah yang dimilikinya. Inilah ciri orang Pro-Aktif yang membedakannya dengan orang yang berpikir Reaktif.

Orang yang berpikir Reaktif cenderung bertindak tanpa memikirkan akibatnya. Bila ada masalah yang menimpanya, ia akan langsung bereaksi tanpa mengambil jeda untuk mengurai masalah berdasarkan keadaan diri dan lingkungannya.


Karenanya, alangkah baiknya bila  kita  mengambil jeda (rehat sebentar) bila suatu ketika mengalami masalah, terutama pergesekan dengan orang lain (baik di dunia nyata maupun di dunia maya) yang membuat kita jengkel, marah, kecewa, benci atau sakit hati. Sediakan cukup waktu untuk menganalisa sejauh mana kesadaran diri pada saat itu. Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa kita mempunyai kendali atas masalah, dan bukan sebaliknya : masalah yang mengendalikan kita…

Hal-hal berikut mungkin bisa dijadikan checklist untuk memeriksa kesadaran pribadi :

1. Apakah anda sudah sarapan pagi/ makan?

Selain oksigen, Karbohidrat adalah nutrisi terbesar yang diperlukan otak (sadar maupun bawah sadar) agar bekerja sesuai fungsinya. Bila supply ini berkurang, maka saklar otak akan cenderung mengaktifkan sistem limbik (otak Reptil) yang memicu syaraf-syaraf emosi. Bila saat itu datang masalah, otak akan lebih bereaksi ke arah emosional daripada ke arah logis/nalar.

2. Apakah anda sedang mengalami menstruasi? (bagi wanita)

Kehilangan darah pada saat menstruasi sering membuat balancing emosional pada wanita terganggu. Masalah kecil atau sepele bisa membesar jika mereka mengalami hal tersebut.
Namun demikian, sesungguhnya itu bukanlah sebuah alasan yang membenarkan reaksi berlebihan mereka atas sesuatu hal. Bila siklus ini terjadi, nyalakan ‘alarm’ bawah sadar anda untuk lebih mengendalikan diri. Jika sering melatihnya, gangguan emosional ini lambat laun akan teratasi.

3. Apakah anda sedang mempunyai masalah lain?

Orang yang bertipe vertical thinking adalah orang yang berpikir ‘mono’. Ia tak bisa fokus memikirkan suatu hal, ketika ada  maslah lain yang menimpanya. Berbeda halnya dengan orang yang berpikir lateral thinking, yang bisa berpikir ‘stereo’. Walaupun masalah A belum selesai, ketika ia diserahi tanggung jawab untuk memecahkan masalah B atau C, atau kedua-keduanya, ia akan sanggup melaksanakannya dengan baik.

Bila ada beberapa masalah yang menimpanya, orang yang berpikir vertical thinking sering mencampuradukkan masalah tanpa bisa memilahnya. Masalah di tempat kerja dibawa ke rumah, atau sebaliknya.

Membuat deadline penyelesaian masalah adalah salah satu cara mengatasi masalah agar tidak bertumpuk. Bila deadline sudah habis, lakukan penjadwalan ulang bila masih memungkinkan. Bila tidak, jangan sungkan-sungkan untuk minta bantuan teman/kerabat/ keluarga. Kualitas kekerabatan/pertemanan justru diuji saat anda tengah dirundung masalah, dan seberapa besar andil mereka dalam membantu anda.

Point of Review :

Yang terpenting bukanlah masalahnya,

tapi respon kita dalam menanggapi masalah.


Artikel terkait :

Download Makalah 7 habits #0 : Pendahuluan

Download Makalah 7 habits #1

Download Makalah 7 habits #2

Download Makalah 7 habits #3

Download Makalah 7 habits #4

Download Makalah 7 habits #5

Download Makalah 7 habits #6

Download Makalah 7 habits #7