Belajar Menulis Cerita (BMC-01)

Sebuah cerita–cerpen, cerber, novellet ataupun novel,–merupakan bagian dari karya sastra dalam bentuk prosa yang mempunyai unsur-unsur pembentuk yang disebut sebagai :

1. Unsur Ekstrinsik

Adalah hal-hal  yang menginspirasi & mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan, yang meliputi : latar belakang kehidupan penulis, keyakinan & pandangan hidup penulis, adat istiadat yang berlaku pada saat itu, situasi politik,  sejarah, ekonomi, dan lain-lain.

2. Unsur Intrinsik

Adalah unsur pembangun karya sastra yang dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri, terdiri dari :

a.       Tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh

b.      Tema dan amanat

c.       Latar (setting)

d.      Alur (plot)

e.       Sudut pandang & gaya penceritaaan

Pada bagian ini, kita hanya akan membahas Tokoh & Penokohan (untuk bagian2 lain, akan dibahas dalam tulisan terpisah)

A.1. TOKOH

Adalah individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami peristiwa/kejadian dalam berbagai peristiwa cerita. Tokoh bisa berwujud manusia, binatang, tumbuhan atau benda-benda yang diinsankan.

Berdasarkan fungsinya, tokoh dapat dibedakan menjadi :

1. Tokoh sentral

Tokoh yang banyak mengalami peristiwa dalam cerita, yang  dibagi lagi menjadi :

a.  Tokoh sentral protagonis.

Tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif.

b. Tokoh sentral antagonis.

Tokoh yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif.

2. Tokoh bawahan

Tokoh-tokoh yang mendukung atau membantu tokoh sentral. Tokoh bawahan dibedakan menjadi tiga, yaitu :

a. Tokoh andalan.

Tokoh bawahan yang menjadi kepercataan tokoh sentral (protagonis atau antagonis).

b. Tokoh tambahan.

Tokoh yang sedikit sekali memegang peran dalam peristiwa cerita.

c.Tokoh lataran.

Tokoh yang berfungsi sebagai latar cerita saja.


A.2. PENOKOHAN

Adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh.

Beberapa metode penyajian :

a. Metode analitis/langsung/diskursif.

Penyajian watak tokoh dengan cara memaparkan watak tokoh secara langsung.

b. Metode dramatik/tak langsung.

Yaitu penyajian watak tokoh melalui pemikiran, percakapan, dan tingkah-laku tokoh yang disajikan pengarang.

bersambung

Iklan