Sebagian besar orang beranggapan bahwa menulis adalah sesuatu hal yang sulit dilakukan. Mereka bahkan tak tahu dari mana harus memulai pertama kali.

Asumsi ini tentu saja salah, karena hanya dengan mengambil sebuah pena, kita sudah bisa mencorat-coret sesuatu. Bila berada di depan komputer/laptop, kita bisa dengan segera mengetikkan apapun yang ada di kepala. Nah, setelah selesai menulis, lihat kembali tulisan. Mengagumkan, bukan?!

Bila  ingin mengembangkan tulisan, ada baiknya kita mengikuti kebiasaan 7 Habits ala Steven R Covey, Selalu merujuk pada Tujuan Akhir. Dengan kata lain, apa yang anda tulis, haruslah bermakna atau berguna (dalam Quantum Learning, hal ini disebut AMBAK : Apa Manfaatnya Bagiku).

Motivasi dalam hal apapun, termasuk menulis akan mengalir deras jika kita bisa merumuskan Tujuan kita dalam menulis. Beebrapa hal berikut, mungkin bisa menjadi penggerak diri kita :

1. Tuntutan Pekerjaan.

Para penulis naskah/cerita, jurnalis, perensi biasanya menulis karena tuntutan profesi mereka. Eksistensi mereka akan selaras dengan ide kreatif yang mereka ciptakan.

Kita mungkin tak memiliki kesamaan profesi dengan mereka, namun begitu kitapun bisa  menulis sama produktifnya dengan mereka. Beberapa caranya, di antaranya adalah ‘meniru’ kebiasaan mereka dalam berkarya.

Setiap pagi, biasanya seorang jurnalis mulai hunting berita. Sore atau malam, mereka akan membuat berita yang harus sudah selesai tengah malam, sebelum dicetak untuk diterbitkan keesokan harinya.

Dengan cara yang sama, kita bisa meniru langkah mereka. Setiap hari banyak ‘berita’ yang bisa kita tuliskan. Mulai dari lingkungan rumah/tempat tinggal, Lingkungan kerja, aktivitas harian. Yang perlu kita lakukan, menyediakan waktu beberapa jam untuk merekam peristiwa yang menurut kita paling menarik untuk ditulis pada hari itu. Usahakan tulisan selesai pada saat itu juga. Bilapun belum, setidaknya ada satu’draft’ tulisan yang telah kita buat pada hari itu.

2. Interaksi Sosial.

Semakin canggihnya era informasi dewasa ini membuat makin banyak ruang untuk berkomunikasi. Bertukar berita melalui email, bergabung dalam komunitas milis, mengikuti jejaring sosial seperti Facebook, Multiply, dll akan bisa memicu diri kita produktif dalam menulis.

Hubungan sosial ataupun personal dengan orang lain bisa kita buat sebagai bahan tulisan. Adanya informasi baru yang kita terima, akan makin memperkaya wacana sehingga bisa memacu diri dalam berkarya.

3. Ingin diakui/ Mendapatkan penghargaan.

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah ingin mendapat pengakuan/pujian. Menjamurnya blog adalah sebuah bukti bahwa dalam diri manusia ada kebutuhan untuk eksis. Menulis adalah salah satu sarana untuk mendapatkan pengakuan & penghargaan dari orang lain.

Bila orang lain membaca tulisan kita dan mereka mengapresiasi positif, hal tersebut akan memicu diri  untuk lebih produktif  lagi dalam berkarya. Karena itu marilah berteman dengan orang yang selalu mendukung dan memotivasi kita.

4. Kepuasan diri.

Ada kalanya orang  menulis untuk kepuasan dirinya. Biasanya orang tersebut adalah orang yang menulis dengan sepenuh hati, menyatukan pikiran dan jiwanya, dengan penuh cita rasa. Jenis penulis  seperti ini, biasanya  akan mampu melahirkan karya besar yang sangat dinanti pembacanya.

Baca juga Artikel berikut :

Hambatan Menulis dan cara Mengatasinya

Tips Menulis Efektif

Jenis-Jenis Tulisan & Strukturnya