SuperLearning adalah sebuah metode yang diadopsi dari Quantum Learning, accelearated Learning, Quantum Teaching, dan Superbrain yang didasarkan atas cara kerja dari otak manusia (neurology). Selama ini banyak sekali terjadi, proses belajar tidak didasarkan atas cara kerja tersebut, bahkan terkadang berlawanan. Inilah yang akan mengakibatkan belajar menjadi sesuatu yang tidak efektif dan efisien.

Dengan metode Quantum Learning, pembelajaran akan menjadi lebih mudah dan terarah. Karena semua proses pembelajaran dilakukan berdasarkan riset dan terbukti lebih efektif 500%.

INTI PEMBELAJARAN

Metode Konvensional

Saat   informasi masuk ke dalam otak, maka otak akan memproses apakah informasi tersdebut tergolong baru atau lama. Bila informasi itu tak dikenal, maka informasi itu akan digolongkan pada informasi baru.  Informasi tersebut kemudian diputuskan apakah akan disimpan ataukah dilupakan (dibuang).

Pada saat informasi itu berniat disimpan, maka otak akan memproses lebih jauh informasi itu. Apakah dalam bentuk angka/digit, ataukah dalam bentuk huruf/kata/kalimat. Dengan cara konvensional, otak akan menyimpan informasi angka sebanyak 7 ±2, atau 5 hingga 9 digit. Ini berarti digit yang lebih dari 9, kemungkinan besar akan dilupakan.

Cara kerja yang sama berlangsung saat otak berniat menyimpan (baca: menghapal) informasi dalam bentuk kata. Sebelumnya otak mengakses informasi yang etlah disimpannya dalam memory besarnya yang berada dalam DUNIA KITA, yakni dunia memori tempat arsip-arsip informasi berada. Bila kata/kalimat itu tak dikenalnya,  maka informasi tersebut berada di DUNIA LAIN (dunia asing). Otak harus bekerja keras untuk menghapal kata-kata baru (kata asing) agar kata tersebut bisa masuk dalam memori besarnya yang berada dalam Dunia Kita. Kata atau kalimat baru tersebut, apabila jarang dipakai, maka cenderung akan dilupakan oleh otak.

METODE SUPER LEARNING MEMORY

Dengan Metode Super Learning memory, otak akan memecah informasi menjadi dua bagian. Yakni, angka atau huruf.

Angka-angka yang masuk, dikodekan dalam bentuk Numeric Code, lalu dari kode ini, dengan mengaitkan imajinasi dan mengakses Dunia kita, dibentuklah kata baru yang mewakili pengkodean angka. jadi, saat angka tersebut diakses ulang, Otak dengan gampang akan memecah kata baru itu menjadi angka kembali.

Untuk Lebih jelasnya, silakan Lihat Numeric Code.

Sama halnya dengan angka, huruf-huruf yang masuk diproses, dan dikodekan dalam Imagination Code, yakni menggabungkan kata-kata yang sudah familiar dalam dunia kita (memori besar otak), Otak kemudian menandai huruf/kata baru itu, untuk kemudian memberikan makna baru. makna baru itulah yang akan disimpan dalam dunia kita kembali, sehingga akan makin menambah kosa kata barunya.

Misalnya kata Mudah. Saat mendengar kata Mudah, dengan cepat otak mengaitkannya dengan memori besarnya, sehingga didapatkan padanan kata yang sama : Muda. Otak lantas mengaitkan perbedaan antara muda dan mudah, dan ia mendapatkan bahwa huruf ‘h’nya pembedanya. Ia kemudian mencari makna semantik masing-masing. Muda berarti sesuatu yang baru ada, belum tua. Sedangkan Mudah berarti sesuatu yang gampang, alias tidak susah.

Dengan memakai metode superLearning memory, yang mengaitkan imajinasi dengan memori besar yang sudah tersimpan, kata mudah dan muda bisa dirangkai menjadi kalimat, “Dengan mudah, Adik melempar mangga muda. Cara-cara seperti inilah yang diterapkan untuk menghapalkan kata atau kalimat baru yang susah dihapalkan oleh otak. pembelajaran bahasa Asing, sangat efektif menerapkan cara  ini.

Untuk lebih jelasnya, silakan baca Imagination Code