Nutrisi dan Daya Ingat Otak

Dulu banyak pakar  meyakini bahwa nutrisi tidak secara signifikan mempengaruhi fungsi kognitif. Namun dewasa ini  banyak penelitian yang membuktikan sebaliknya. Bahwa nutrisi ternyata sangat mempengaruhi fungsi kerja otak.

Secara garis besar, nutrisi dapat dianggap sebagai asupan penting bagi tubuh agar dapat menjalankan fungsinya dengan optimal. Dan setiap aktivitas yang dilakukan oleh tubuh kita, akan dikendalikan oleh otak. Karena fungsinya yang sangat vital inilah, otak memerlukan asupan energi yang besar, agar dapat bekerja dengan optimal.

Energi yang bersumber dari nutrisi dihantarkan ke seluruh tubuh sesuai dengan proposi yang diperlukan. Demikian juga otak, yang mendapat asupan energi yang berasal dari oksigen dan glukosa. Tidak seperti anggota tubuh yang lain yang bisa menyimpan energi, tidak demikian halnya dengan otak.

Apa yang terjadi jika otak kekurangan energi?

Ketika kekurangan energi, otak menarik cadangan glukosa dari organ tubuh lain, mata misalnya. Inilah yang menyebabkan mengapa saat kita lelah mata   menjadi berkunang-kunang dan sulit berkonsentrasi. Pada kondisi yang lebih serius, akibatnya dapat lebih berat lagi. Tidak hanya sulit berkonsentrasi, kekurangan energi bagi otak juga dapat mengakibatkan pengendalian diri yang kurang, ketidakstabilan emosi, amnesia, dan penurunan kemampuan berfikir, terutama berpikir logis.

Untuk mencegah hal tersebut, menjaga keseimbangan energi di otak mutlak diperlukan. Itu bisa dilakukan apabila kita rajin mengonsumsi makanan bernutrisi pada kadar yang tepat.

Setelah diproduksi, neurotrasmiter itu kemudian di lepaskan menuju neuron yang bersebelahan, di terima oleh bagian penerima (reseptor) pada neuron yang bersangkutan. Jika neurotransmiter yang diterima oleh bagian penerima sama dengan neurotransmiter yang di kirim, maka proses mengalirnya pesan itu berlanjut hingga ke organ yang dituju.

A. Neurotransmiter

Seluruh aktivitas kehidupan manusia yang berkenaan dengan otak di atur melalui tiga cara, yaitu sinyal listrik pada neuron, zat kimiawi yang di sebut neurotransmitter dan hormon yang dilepaskan ke dalam darah. Hampir seluruh aktivitas di otak memanfaatkan neurotransmitter.

Neurotransmitter dalam bentuk zat kimia bekerja sebagai penghubung antara otak ke seluruh jaringan saraf dan pengendalian fungsi tubuh. Secara sederhana, dapat dikatakan neurotransmiter merupakan bahasa yang digunakan neuron di otak dalam berkomunikasi. Neurotransmiter muncul ketika ada pesan yang harus di sampaikan ke bagian-bagian lain.

Ada dua neurotransmiter yang berhubungan dengan fungsi pengingatan, asetilkolin, dan dopamin.

1. Asetilkolin (Ach).

Fungsi asetilkolin antara lain mempengaruhi kesiagaan, kewaspadaan, dan pemusatan perhatian. Berperan pula pada proses penyimpanan dan pemanggilan kembali ingatan, atensi dan respon individu. Di otak, asetilkolin ditemukan pada cerebral cortex, hippocampus (terlibat dalam fungís ingatan), bangsal ganglia (terlbat dalam fungís motoris), dan cerebrlum (koordinasi bicara dan motoris).

Asetilkolin merupakan  neurotransmiter hasil sintesa dari bahan utama berupa kolin. Saat ini, sangat cukup banyak penelitian yang mengkaji peranan kolin dalam pembelajaran.

Asupan kolin pada kolin yang biasa di temui sehari-hari dapat di lihat sebagai berikut.

Tabel Kandungan Kolin (mg/100g makanan)

Makanan Kolin
Susu Murni 5.6
Telur 0.4
Hati 650
Kembang Kol 78
Kentang 40
Buncis 21
Wortel 6-13
Oatmeal 131
Kacang kedelai 237

2. Dopamin

Berbagai penelitian menunjukkan dopamin juga makin mendekatkan pada kesimpulan bahwa neurotransmiter jenis ini mempengaruhi proses pengingatan. Melalui mekanisme kompensasi yang di munculkan oleh dopamin, maka hubungan zat kimia ini dalam proses belajar dan ingatan dapat terlihat jelas.

Dopamin di produksi pada inti-inti sel yang terletak dekat dengan sistem aktivasi retikuler.  Dopamin di bentuk dari asam amino tirosin, yang berfungsi  membantu otak mengatasi depresi, meningkatkan ingatan dan meningkatkan kewaspadaan mental.

Walaupun dopamin di produksi oleh otak, individu tetap membutuhkan asupan tirosin yang cukup guna memproduksi dopamin. Tirosin di temukan pada makanan berprotein seperti : daging, produk-produk susu (sperti keju), ikan , kacang panjang, kacang-kacangan dan produk kedelai. Dengan 3-4 ons protein sehari, energi kita akan lebih terjaga.

B. Asam Amino

Puluhan jenis neurotransmiter yang telah teridentifikasi di bentuk melalui asupan yang berbeda. Bahan dasar pembentuk neurotransmiter adalah asam amino.

Asam amino merupakan salah satu nutrisi otak terpenting, yang berfungsi meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kesalahan, dan memacu kegesitan pikiran.

Fungsi asam amino antara lain :

  1. Penyusun protrein, termasuk enzim.
  2. kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin ,hormon, dan asam nukleat)
  3. pengikat logam penting yang di perlukan dalam reaksi enzimatik (kofaktor).

Asam amino di dapatkan dari sumber-sumber protein. Kadar protein tinggi dapat ditemukan pada makanan/minuman seperti susu, daging, telur dan  keju. Sedangkan protein yang terdapat dalam   sayur-sayuran  memiliki kadar  terbatas.

Artikel lebih lengkap untuk Asam Amino, bisa dibaca di sini

C. Glukosa

Glukosa menghasilkan energi kimiawi yang menggerakkan seluruh proses penyampaian pesan dalam otak.

Glukosa merupakan sumber tenaga utama untuk sel agar dapat bekerja dan berkembang. Ia terlibat dalam proses metabolisme tubuh manusia secara langsung.

D. Suplemen

Macam-Macam Suplemen Otak bisa dilihat di sini

Artikel Terkait :

Omega 3 : Modal Penting   Kecerdasan Anak

10 Makanan Terbaik untuk Otak

About these ads